Menu Tutup

Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia. Merupakan Ibu kota provinsi Jawa Timur. Sebagai kota metropolitan yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa. Tentu lahan kosong untuk perumahan baru di Surabaya sudah sangat terbatas. Di sisi yang lain program pemerintah kota memperluas ruang hijau. Harga tanah melambung tinggi. Menjadikan apartemen di Surabaya sebagai alternatif hunian terbaik. Selain juga berpotensi besar untuk investasi.

Perkembangan Properti di Surabaya

Hal ini juga memicu perkembangan properti di sekitar wilayah Surabaya. Sebut saja Gresik dan Sidoarjo. Namun tentu saja bagi masyarakat menengah ke atas, masih berpeluang untuk memiliki hunian di Surabaya. Terlebih lagi saat ini mulai ramai pengembang properti syariah. Yang memungkinkan kita membeli properti idaman tanpa BI checking.

Seperti yang telah sedikit di singgung di atas, tentang apartemen Surabaya. Awal 2020 developer properti yang memiliki konsep pembelian apartemen secara syariah. Yaitu apartemen Biz Square dan apartemen Menara Rungkut. Dikembangkan oleh developer yang sama, PT. Tiga Pilar Utama Sejahtera. Di bawah naungan Agung Development dan Shafira Tour & Travel. Dengan menggandeng PT Griya Hana Eka Sapta (GHES) sebagai marketing manajemennya.

Dimana PT GHES ini juga merupakan developer properti syariah. Yang memiliki beberapa proyek rumah di Surabaya Timur. Dengan harga yang relatif terjangkau, sekitar 500 jutaan.

Di akhir tahun 2020, Surabaya kembali dihebohkan dengan hadirnya hunian modern Pondok Indah Karah (PIK). Dibangun di atas tanah milik pribadi, Ustadz Misbahul Huda. Legalitas yang jelas, persyaratan mudah, dan DP bisa dicicil hingga 10 kali. Di bawah bendera PT Madina Cipta Nusantara, PIK menyediakan total 22 unit rumah, ditambah guest house. Hanya dalam 1 bulan dari awal peluncuran sudah terjual 8 unit.